Seri Mengenal AAI : Company Profile

AAI

ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA

(Indonesian Anthropology Association)
A A I

Mukadimah

Bahwa sesungguhnya tugas pokok setiap ilmuwan adalah mengembangkan secara terus-menerus dan mengabdikan ilmunya untuk kepentingan dan kesejahteraan umat manusia.

Bahwa sebagai warga Negara Indonesia, yang atas dasar pendidikan dan minat menjadikan antropologi sebagai pokok perhatian utama dalam kehidupan profesionalnya dianggap sebagai pengemban ilmu yang mempunyai tugas pokok untuk mengembangkan antropologi di Indonesia agar berdaya guna dan berhasil guna bagi pembangunan nasional demi tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Sadar akan tugas pokok, kewajiban dan tanggung jawab sebagai pengemban antropologi, dirasa perlu mengembangkan organisai sebagai wadah kegiatan yang menghimpun para pengemban ilmu itu, dibentuk organisasi profesi ilmiah yang bernama Asosiasi Antropologi Indonesia.
(Mukadimah Anggaran Dasar Asosiasi Antropologi Indonesia – 1997).

Nama Organisasi

Asosiasi Antropologi Indonesia, disingkat AAI. Adalah organisasi profesi/keilmuan dari para antropolog dan para pengemban/penggiat masyarakat dan kebudayaan yang berlandasarkan ilmu antropologi dalam lingkup wilayah seluruh Indonesia.

Sejarah Singkat

AAI didirikan oleh para antropolog para pendiri ilmu Antropologi di Indonesia yakni Prof.Dr. Koentjaraningrat (the founding father) dari Univesitas Indonesia, Prof. Dr. Usman Pelly dari Universitas Sumatera Utara, Prof.Dr. Mattulada dari Universitas Hasanuddin Makassar, dan sejumlah tokoh antropologi Indonesia lainnya seperti Prof.Dr. S. Budhisantoso, Prof. Dr. Meutia F. Swasono, Dr, Kartini Sjahrir, Dr. Rahardjo, Prof.Dr. E.K.M. Masinambouw, Prof.Dr. Sjafri Sairin, Prof. Dr. P.M. Laksono, dan banyak tokoh antropologi lainnya di Indonesia. Asosiasi ini telah disemai tumbuhkan pada tanggal 12 Maret 1983. Sejalan dengan waktu Asosiasi init terus berusaha eksis di dalam mencapai kematangan organisasi yang dewasa ini telah berusia tiga dekade.

Azas Organisasi

  • AAI memiliki azas dan dasar yaitu Pancasila dan UUD 1945, serta dijalankan berdasarkan keilmuan.

Tujuan dan Kegiatan Asosiasi

  • Meningkatkan kompetensi para anggotanya guna mempertinggi mutu profesionalnya.
  • Mengembangkan dan mengamalkan antropologi untuk kepentingan bangsa, Negara dan umat manusia.
  • Menghimpun, menampung, menyalurkan pemikiran dan kegiatan ilmiah para anggotanya.
  • Mendorong melakukan kegiatan tukar-menukar informasi yang berkaitan dengan pengembangan, pengamalan dan peningkatan profesionalisme di antara sesama pengemban antropologi dan untuk masyarakat, baik di dalam dan di luar negeri.

Karakter Asosiasi Antropologi Indonesia

  • Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) eksis untuk menghimpun segenap kekuatan para ahli antropologi di Indonesia guna membantu masyarakat, pemerintah dan pembangunan nasional.
  • Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) membangun, mengembangkan dan mengimplementasi hasil pemikiran tentang antropologi terhadap kondisi dan persoalan masyarakat dan kebudayaan di Indonesia.
  • Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) merancang, mengevaluasi, merumuskan berbagai dinamika dan realitas bangsa. Khususnya bidang sosial dan budaya, untuk merancang upaya yang positif dan konstruktif dalam mencari solusi berbagai persoalan bangsa secara praktis.
  • Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) membina kemitraan dengan berbagai lembaga lain yang peduli dengan upaya memperbaiki dan merancang kehidupan sosial dan kebudayaan bangsa Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.
  • Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) mendapat legitimasi kelembagaan berdasarkan rapat pengurus dan kesepakatan seluruh anggota

Visi

  • Menjadikan asosiasi keilmuan yang kompeten, profesional, akuntabel dan strategis untuk masyarakat dan pembangunan nasional dan mampu berkarya di tingkat internasional demi martabat bangsa dan negara.

Misi

  • Membina dan memperkuat kompetensi dan keprofesionalan kelembagaan asosiasi secara terus-menerus melalui para anggotanya.
  • Melakukan berbagai kegiatan ilmiah dan praktis untuk masyarakat dan negara dari para anggotanya secara akuntabel dan strategis.
  • Mempertahankan kualifikasi kelimuan antropologi sebagai paradigma di dalam mengemban tugas keorganisasian untuk kepentingan bangsa, negara dan umat manusia di dalam dan di luar negeri.
  • Menyusun dan menyelenggarakan program kegiatan ilmiah dengan cara menghimpun, menampung, menyalurkan pemikiran dari para anggotanya.
  • Menyelenggarakan berbagai aktivitas untuk masyarakat dan bangsa yang berorientasi untuk mendorong terjadinya tukar menukar informasi yang berkaitan dengan pengembangan, pengamalan dan peningkatan profesionalisme di antara pengemban antropologi di dalam dan di luar negeri.

Keanggotaan

  • Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) terbangun dan tersusun dari individu yang berminat bergabung dalam asosiasi dan telah disyahkan dengan status sebagai ANGGOTA, yang kemudian disebut dengan Anggota Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI).
  • Anggota Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) terdiri dari anggota biasa dan anggota kehormatan. Anggota biasa adalah siapa saja yang mendaftarkan diri sebagai anggota melalui ketentuan yang sudah diatur oleh asosiasi. Anggota kehormatan adalah anggota yang diangkat secara otomatis karena jasa-jasanya yang luar biasa dalam pengembangan antropologi di Indonesia yang diatur dalam anggaran rumah tangga.
  • Anggota Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) memiliki hak dan kewajiban untuk menyuarakan, mensyahkan dan menjalankan program kerja asosiasi.
  • Asal usul Anggota Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) berasal dari para pengemban antropologi di seluruh wilayah di Indonesia yang berlatar belakang dari lingkungan kelembagaan perguruan tinggi, kelembagaan negara, kelembagaan swasta dan lembaga swada masyarakat

Basis Keahlian

Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) menjalankan kegiatan berbasis keilmuan antropologi yang lebih mengedepankan strategi penerapan yang praktis dan implementatif sehingga dapat dipergunakan oleh pihak lain yang memerlukannya.

Sumber keahlian yang dipergunakan oleh Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) adalah keilmuan antropologi yang telah dikembangkan secara akademis di lembaga perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yang berada di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku sampai dengan Sulawesi dan Papua.

Selain sumber keahlian dari perguruan tinggi, Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) juga menyerap keahlian dari berbagai lembaga sosial dan organisasi kemasyarakatan yang telah mengembangkan ilmu antropologi secara praktis di tengah masyarakat dalam berbagai metode penerapan.

Basis kegiatan asosiasi ini adalah:

  • Kelembagaan (institutional) bercirikan asosiasi yang memiliki aturan dan norma profesi yang akuntabel dan mengedepankan praktek good governance.
  • Keahlian dan kemampuan (capacity and capability) berkarakter asosiasi yang dijalankan oleh sumber daya manusia yang ahli dan mampu menjalankan fungsi sesuai dengan profesi dan tututan profesionalitas.
  • Kemitraan (partnership) berlandaskan kepada asosiasi yang menggunakan jaringan dan relasi dengan pihak lain baik secara individual dan kelembagaan sebagai kekuatan di dalam mencapai tujuan bersama.
  • Penelitian dan Pengembangan (research and development) menjalankan sebuah asosiasi yang profesional dengan mengacu kepada hasil riset dan pengembangan sehingga rancangan dan hasil kerja dapat terukur dan dapat dipertanggungjawabkan
  • Aksi (practice) mempraktekkan asosiasi yang tidak hanya mampu membangun karya (engineering) tetapi juga ahli di dalam menerapkannya (practicing) agar hasilnya dapat langsung dirasakan dan diserap dalam masyarakat.

Keahlian Praktis (Practical Expertise)

Bidang Pemerintahan/Pembangunan:

  • Policy studies
  • Social Impact Assessment
  • Social development and empowerment
  • Advocacy

Bidang Sosial

  • Resolusi konflik
  • Capacity building
  • Poverty alleviation
  • Corporate social responsibility

Bidang Kebudayaan

  • Cultural Studies
  • Local wisdom
  • Values
  • Economic and socio-culture analysis
  • Multiculturalism and Race Studies

Bidang Lingkungan

  • Feasibility studies
  • Local Rights
  • Property rights

ORGANISASI

Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) memiliki organisasi kepengurusan yang terdiri dari sumber daya manusia yang berada pada posisi yang tepat sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Struktur organisasi:

DEWAN PENYANTUN
Prof.Dr. Subur Boedhisantoso (Universitas Indonesia)
Prof.Dr. Meutia F. Swasono (Universitas Indonesia)
Dr. Kartini Panjaitan (Yayasan Padi Kapas)
Prof.Dr. Haryo S. (Universitas Pajajaran)
Prof.Dr. Sjafri Sairin (Universitas Gajah Mada)

DEWAN ETIKA PROFESI
Prof.Dr. Sri-Heddy Ahimsa (Universitas Gajah Mada)
Dr. Iwan Tjitrajaya (Universitas Indonesia)
Drs. Mulyawan Karim (Kompas)
Prof.Dr. Yasmine Z. Shahab (Universitas Indonesia)
Dra. Andriani Soemantri (Organisasi Masyarakat)

KETUA UMUM

Prof.Dr. rer.soz. Nursyirwan Effendi (Universitas Andalas)

KETUA-KETUA
Prof.Dr. Pawennari Hijjang (Ketua bidang SDM/Profesi) (Universitas Hasanuddin)
Dr. Fikarwin Zuska (Ketua bidang Kelembagaan) (Universitas Sumatera Utara)
Dr. Pinky Saptandari (Ketua bidang Kerjasama) (Universitas Airlangga)
Iwan M.Pirous, MA (Ketua bidang Aksi) (Universitas Indonesia)
Dr. Selly Riawanti (Ketua bidang Riset dan Pengembangan) (Universitas Pajajaran)

SEKRETARIS JENDRAL

Lamtiur H. Tampubolon, Ph.D (Universitas Atma Jaya)

SEKRETARIS

Dr. Semiarto Aji Purwanto, MA (Universitas Indonesia)
Lucky Zamzami, S.Sos, M.Soc (Universitas Andalas)

BENDAHARA
Dra.Notty J. Mahdi (Organisasi Kemasyarakatan)
Dra. Yunarti, M.Hum (Universitas Andalas)

ACTIVITIES
Publications

Koentjaraningrat dan Antropologi di Indonesia, 1997. Yayasan Obor dan AAI
Jurnal Wacana Antropologi (terbit secara berkala)

Regularities
Koentjaraningrat Annual Lecture Series
Seri Diskusi: Antropologi Angkat Bicara mengenai Bangsa
Simposium Antropologi Indonesia (Kemitraan dengan UI)

Sumber : Grup FB AAI