Selamat Datang Mahasiswa Baru Antropologi!

Sumber gambar: seputarkotablora.blogspot.co.id

Jadi sebenarnya saya sudah terlambat beberapa hari menulis ini, karena pengumuman SBMPTN (dan mungkin pengumuman ujian masuk mandiri lainnya sudah diumumkan lebih dahulu) sudah keluar tanggal 28 juni yang lalu, tapi tak apa karena lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan? Saya yakin, sama seperti cerita di jurusan lain, kalian masuk menjadi mahasiswa antropologi karena berbagai macam alasan, ada yang karena memang minatnya, ada karena yang penting bisa masuk PTN, atau bahkan ada yang karena salah melingkari pilihan jurusan (oke, ini fakta dan beberapa rekan saya di antropologi dahulu ada beberapa yang seperti ini). Terlepas apapun motif dan alasan teman-teman, jalan takdir telah memilih kalian di sebuah ikatan keilmuan bernama antropologi.

Lalu apa sih yang spesial dari menjadi seorang mahasiswa antropologi? Bagi sebagian dari kalian yang belum mengetahui, dari sekian banyak pilihan jurusan yang tersedia di perkuliahan, antropologi adalah sedikit dari jurusan yang secara spesifik mempelajari manusia sebagai objek keilmuanya. Dalam tulisan ini, saya berusaha sedikit banyak untuk memberikan gambaran seperti apa menjadi seorang mahasiswa antropologi, serta (seperti yang pasti selalu ditanyakan) prospek keilmuan ini di dunia kerja.

Apa sih antropologi itu?

wide ranging science, source: http://library.soton.ac.uk
wide ranging science, source: http://library.soton.ac.uk

Definisi mengenai antropologi bisa dengan mudah kalian dapatkan hanya dengan menuliskan keyword “antropologi adalah” di search bar browser PC atau Laptop kalian, atau kalian juga bisa membaca artikel Pengantar Singkat Tentang Antropologi yang telah disajikan oleh Rahmad Efendi.

Tapi bukan deskripsi antropologi seperti itu yang saya ingin ceritakan. Jika kalian bertanya kepada saya apa itu antropologi? Maka saya akan menjawab antropologi adalah ilmu yang berusaha memahami kemenjadian manusia beserta implikasinya. Nanti dalam perkuliahan-perkuliahan awal, kalian akan banyak mempelajari tentang keragaman mahluk bernama manusia yang tersebar di penjuru bumi, perkembangan kehidupan manusia baik secara fisik maupun kebudayan atau yang seringkali disebut sebagai evolusi manusia, pranata-pranata yang mengatur pola perilaku manusia, semua materi di awal perkuliahan tersebut bertujuan untuk memberikan kita sebuah pemahaman bahwa keragaman adalah sebuah keniscayaan bagi manusia, dan keragaman tersebut tidaklah statis, ia bergerak seiring waktu dan manusia akan selalu menemukan cara untuk beradaptasi baik secara fisik maupun kultural.

Di semester pertengahan, kalian akan banyak mempelajari relasi manusia dengan manusia, relasi manusia dengan lingkungan, relasi manusia dengan apapun. Selain itu, di semester ini kalian juga akan mulai mempelajari turunan keilmuan ini secara lebih spesifik. Turunan keilmuan yang dimaksud adalah seperti antropologi hukum, antropologi ekonomi, Antropologi linguistik, Antropologi Psikologi, Antropologi Perkotaan, dan masih banyak lagi. Pemilihan mata kuliah tersebut bisa disesuaikan dengan minat teman-teman, misal bagi yang memiliki ketertarikan terhadap isu pembangunan bisa mengambil mata kuliah antropologi pembangunan, atau yang tertarik isu perempuan bisa mengambil mata kuliah antropologi gender. Dasar-dasar penelitian kualitatif dan kuantitatif juga mulai dikenalkan di semester ini.

Semester akhir, saatnya pemahaman teoritis diaplikasikan dalam tataran praktis. Mata kuliah yang diberikan akan lebih banyak berbicara tentang penerapan keilmuan antropologi di masyarakat dan di dunia kerja, misalnya mata kuliah pembangunan masyarakat, gerakan sosial, antropologi & bisnis, Antropologi forensik (jika kalian sempat, silahkan menonton dr. Temperance Brennan di serial Bones, serial tersebut menggambarkan secara spesifik profesi antropolog forensik), dan sebagainya. Serta pemantapan kemampuan penelitian baik itu kualitatif, kuantitatif atau lebih spesifik lagi etnografi.

Keseluruhan perkuliahan, dirancang agar kita sebagai calon sarjana antropologi memliliki pengetahuan dan pemahaman yang luas tentang manusia serta mampu berkontribusi terhadap perkembangan serta peradaban manusia. Oleh karena itulah, nantinya kalian akan familiar dengan istilah mempelajari manusia secara holistik, secara menyeluruh.

Aktivitas mahasiswanya ngapain aja ya?

Studi Banding antara Humas HéMAn UI dgn Hubeks HUMAN UNPAD. Source: Twitter @human_unpad
Studi Banding antara Humas HéMAn UI dgn Hubeks HUMAN UNPAD. Source: Twitter @human_unpad

Sudah sering dengar kan kalau jadi mahasiswa itu jangan kupu-kupu alias kuliah pulang – kuliah pulang?, Nah di setiap jurusan antropologi, ada namanya Himpunan Mahasiswa (Hima), dan untuk masuk menjadi bagian dari himpunan kalian akan melewati proses rekrutmen yang disebut sebagai inisiasi. Jika kalian sudah masuk kedalam Hima, kalian akan menyandang sebutan “kerabat”, sebutan ini tidak hanya berlaku bagi Hima di satu universitas, tetapi berlaku juga jika kalian berkunjung ke Hima Antropologi di Universitas lain. Hima antropologi antar universitas se-Indonesia tergabung dalam organisasi bernama JKAI, sebagai wadah pertemuan dan kegiatan untuk mahasiswa antropologi antar universitas. Di setiap Hima akan ada departemen khusus yang membawahi JKAI, jika kalian suka dan menyenangi membangun jaringan serta relasi yang luas, silahkan bergabung di JKAI.

Kalau mau cari informasi keantropologian di mana?

Di dunia digital sekarang ini, sudah jauh lebih mudah mencari segala macam informasi cukup dari ujung jari saja. Berbeda dari saat dulu saya pertama kali masuk yang sangat susah mencari situs yang menyediakan informasi atau pengetahuan tentang antropologi, sekarang sudah banyak tersedia banyak situs yang dikelola dengan baik serta menyediakan materi yang berkualitas bagi calon-calon sarjana antropologi.

Kalian bisa memulai dari situs yang dikelola oleh universitas, dari catatan yang saya miliki, beberapa universitas mengelola situs jurusan antropologi mereka dengan cukup baik. Kalau tidak percaya kalian bisa mengunjungi anthropology.ui.ac.idantropologi.fib.ugm.ac.idantro.fisip.unair.ac.id, dan antropologi.fisip.unand.ac.id . Khusus untuk antropologi UI dan Antropologi Unand telah membuat membuat Jurnal Antropologi Indonesia dan Jurnal Antropologi : Isu-Isu Sosial Budaya yang bisa diakses langsung secara online.

Tidak hanya dari universitas saja, para akademisi pun memberikan kontribusi yang cukup banyak dalam penyedian informasi online ini, sebut saja etnobudaya.net yang digagas oleh akademisi dari UI sebagai media berbagi informasi dan kajian antropologi yang konsern pada isu kesukubangsaaan, hubungan antar suku bangsa, multikulturalisme, dan demokrasi dan peran nyata antropologi bagi masyarakat Indonesia. Lalu ada kolaborasi para antropolog dari Unibraw, Unair, dan UGM yang secara konsisten dengan isu etnografi kritis dan kajian sejarah di web etnohistori.org. Atau jika kalian menyukiai gagasan-gagasan tentang pergerakan situs www.Indoprogress.com sangat cocok untuk kalian jelajahi.

Kami, www.antronesia.com pun ingin memberikan kontribusi bagi perkembangan antropologi di Indonesia, dengan positioning yang sedikit berbeda, kami ingin hadir sebagai media literasi maya yang mengedepankan penerapan khazanah keilmuan antropologi di masyarakat maupun di korporasi. Berusaha memberikan sudut pandang praktis yang mampu diterapkan tanpa kehilangan jati diri keilmuan antropologi.

Selain situs lokal, situs asing patut pula kalian jelajahi. Karena tak bisa dipungkiri perkembangan keilmuan antropologi di luar sana sudah jauh lebih maju dengan pengembangan teoritis serta terapan yang seringkali ada di luar bayangan kita. Situs pertama yang saya rekomendasikan adalah www.sapiens.org jargon situsnya “Anthropology/Everything Human” tergambar jelas dalam konten-kontenya yang sangat dalam mengeksplorasi manusia, situs favorit saya hingga saat ini. Jika kalian ingin mendapat satu kompilasi lengkap dari beberapa blog antropologi, silahkan kunjungi www.savageminds.org dan jika kalian ingin secara spesifik melihat blog tersebut satu persatu silahkan klik disini.

Tentunya rajin-rajin mengunjungi situs situs di atas akan sangat membantu dalam memperluas wawasan serta cakrawala berpikir kalian tentang keilmuan ini.

Oke, pertanyaan besarnya nanti setelah lulus bagaimana?

Focus group discussion, source: www.epicpeople.org
Focus group discussion, source: www.epicpeople.org

Pertanyaan semacam ini sudah menjadi hal klasik yang akan sering kalian dengar saat menjalani perkuliahan di jurusan antropologi, tetapi sesungguhnya apa sih yang bisa kita aplikasikan dari ilmu ini nanti kelak setelah kita lulus? Baiklah, saya akan mencoba menjelaskan hal ini berdasarkan pengalaman pribadi serta hasil diskusi dengan rekan-rekan alumni antropologi yang lain. Hal pertama harus disadari adalah, beruntung bagi kalian yang telah lolos seleksi dan sudah atau akan menjalani perkuliahan antropologi, mengapa demikian? Secara garis besar keilmuan ini sangat aplikatif untuk diterapkan di manapun lingkungan kerja yang membutuhkan penelitian serta pemahaman mendalam terhadap pola perilaku manusia yang nantinya akan digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis atau aktivitas perusahaan.

Saya akan menarik keluar profesi akademis dari tulisan ini, sehingga saya akan lebih berfokus pada ranah profesi di lingkungan korporasi. Biasanya, dalam dunia korporasi, ada beberapa bidang yang secara keilmuan beririsan besar dengan antropologi, sebut saja research dan corporate social responsibility, saya akan menjelaskan secara detail dalam tulisan di bawah.

Research. Dalam sebuah perusahaan, terutama FMCG, automotive, food & beverages, home appliance, dan personal care memiliki departemen yang disebut sebagai market research/market strategy/consumer insight/product development yang secara khusus menciptakan produk baru serta merencanakan strategi pemasaran. Departemen tersebut biasanya secara aktif akan melakukan penelitian kepada konsumen untuk mengetahui bagaimana pola perilaku serta kebutuhan konsumen yang sesua dengan target marketnya. Pola perilaku tersebut dianalisa untuk kemudian dijadikan arahan dalam pengembangan produk atau strategi marketing perusahaan. Berdasar kepada jobdesk tersebut, sangat jelas bagaimana keilmuan antropologi sangat dibutuhkan dalam prosesnya, dan jika kalian mengikuti, salah satu yang sedang menjadi tren saat ini adalah etnografi marketing. Beberapa perusahaan besar sudah mulai menggunakan metode etnografi marketing sebagai tools untuk menganalisa perilaku konsumen langsung dalam situasi dan tempat dimana konsumen tersebut hidup dan menjalani aktivitasnya. Selain di manufaktur, kebutuhan akan sarjana antropologi untuk riset pasar meningkat di perusahaan perusahaan konsultan market research. Kalian dapat mencari tahu langsung informasinya di website-website perusahaan tersebut, beberapa nama besar yang ada di Indonesia seperti TNS, Kadence, Deka, Ipsos.

Corporate social responsibility. Di industri ekstraktif seperti pertambangan, seringkali muncul konflik-konflik dengan masyarakat lokal di tempat aktivitas pertambangan berlangsung. Sarjana sarjana antropologi memiliki sejarah yang panjang terlibat dalam pekerjaan ini, biasanya sebagai community development/community engagement, salah satu kisah yang pernah kami angkat adalah kisah dari Kang Anton Rahadi yang terakhir kami wawancara sedang bertugas di Halliburton, kisah lengkapnya bisa kalian baca disini. Kemampuan antropolog yang dikenal mampu terlibat secara langsung serta analisa yang mendalam serta out of the box menjadi keunggulan tersendiri dalam setiap aktivitas community engagement perusahaan.

Selain dua ranah pekerjaan di atas, tentunya masih ada beberapa lagi ranah pekerjaan yang membutuhkan antropologi dalam aktivitas pekerjaanya, seperti Human Resources dan Training & People development, pekerjaan di NGO juga sangat terbuka lebar. Sementara yang belakangan ini mulai berkembang adalah profesi antropologi forensik, yang sering dibutuhkan di kepolisian untuk mengidentifikasi korban pembunuhan, kecelakaan atau musibah alam.

Selamat datang, mari rayakan kemanusiaan!

Bagaimana? Apakah sudah cukup menggambarkan jurusan antropologi? Terlepas sudah atau belum, Antronesia mengucapkan selamat atas kelulusan kalian di jurusan antropologi dan mari kita rayakan kemanusiaan!

Bagi yang belum tahu, Antronesia kini hadir di line@ kalian bisa langsung add saja @oxk0951h di sana kalian bisa berdiskusi, atau bertanya apapun, apapun.

Terimakasih. Selamat hari raya Idul Fitri dan libur panjang!

Nopi Fajar Prasetyo

Alumnus antropologi Unpad, 3 tahun pengalaman di bidang consumer research dan kini aktif sebagai strategy planner di multinational FMCG.

More Posts

Follow Me:
Facebook

  • chachaaoo

    Halo! Salam kenal dari kerabat Antropologi Brawijaya. Pertama kali membaca artikel ini sangat menarik bagi saya, karena kontennya cukup menjelaskan identitas dari antropologi, tidak hanya sekedar itu rasa penasaran calon mahasiswa antropologi bahkan sampai orang awam pun yang bertanya2 tentang “Antropologi? Mau jadi apasih?” cukup terjawab juga di artikel ini. Namun sedikit masukan, jika sasaran artikel ini adalah untuk para dedek-dedek gemas alias mahasiswa yang baru akan menuntut ilmu di jurusan Antropologi, ada baiknya artikel ini dikemas lebih ringan dan fun dalam segi bahasa terutama dalam penjelasan ttg apa ilmu antropologi itu sendiri. Lanjutkan karyanya antronesia! Saya dukung selalu, semoga masukan dari saya dapat menjadi pertimbangan. Salam kerabat!

    • Nopi Fajar Prasetyo

      Halo @chachaaoo:disqus, terimakasih atas dukunganya ya!, betul sekali, kami memang terus berimprovisasi untuk bisa masuk ke semua kalangan, jika ada masukan, jangan sungkan untuk sampaikan langsung via apapun channel di sosial media kami ya! Salam Kerabat 🙂

  • Niko Yosi

    Saya ingin menanyakan apakah antropologi budaya bisa meneeuskan ke S2 antropologi forensik terimakansih

    • Halo niko, mohon maaf baru sempat membalas. Pada dasarnya antropologi budaya bisa mengambil S2 antropologi forensik. Di Indonesia, Antropologi Unari membuka S2 antropologi forensik yang menerima lulusan antropologi secara umum. Info lebih lanjut bisa cek link berikut http://ppmb.unair.ac.id/files/Leaflet%20S2%20Forensik.pdf.