Memperoleh sarjana dari Antropologi Unpad. Berminat dengan berbagai kajian tentang relasi kekuasaan dan ekonomi politik, terutama dalam korelasinya dengan isu pembangunan, sains, teknologi dan masyarakat.

Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Pengurus Daerah Jawa Barat bekerjasama dengan Agrarian Resource Center (ARC) telah menyelenggarakan Kursus Etnografi 4.02, pada hari Sabtu 28 April 2018, di Hotel Atlantic Kota Bandung. Secara esensi, Etnografi 4.02 merupakan tahap perkembangan etnografi yang telah berada pada tataran praktis, yakni dalam proses membentuk pengetahuan instan yang menggoda (seductive instant knowledge) untuk digunakan dalam berbagai tujuan/kepentingan. Dalam konteks ini, Kursus etnografi 4.02 merupakan kursus singkat yang ditujukan untuk para profesional agar mampu mengunakan Metode Etnografi sebagai proses Kreatif, untuk menghasilkan produk atau membantu kerja-kerja kreatif lainnya.

Peserta yang terlibat dalam kursus ini berjumlah 20 orang dan berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, dosen, pegawai pemerintahan, hingga para profesional yang bergerak di dunia perncanaan dan industri kreatif, yang datang dari beberapa kota di Indonesia. Sebab itu, keragaman latar belakang ini menghasilkan motivasi dan respon yang sangat variatif dari para peserta, yang membuat diskusi dalam kursus berkembang dan menarik. Memang, tujuan dari kursus ini adalah mengenalkan etnografi dengan cara yang mudah dan menarik untuk semua kalangan, namun tetap padat dan kaya pengetahuan, sejak dari prinsip dasar etnografi, hingga aplikasi-aplikasi etnografi yang sangat canggih dalam ranah industri kreatif.

Kursus ini menyajikan enam pembahasan, dimulai dari Dianto Bachriadi yang memaparkan materi tentang Etnografi sebagai Proses Rekonstruksi Pengetahuan yang Menggoda. Kemudian Sadikin Gani membahas bagaimana Proses Kreatif dalam Etnografi, mulai dari kreatif dalam mengumpulkan data, kategorisasi, analisa, hingga penyajian data etnografi. Pembahasan ketiga datang dari Marintan Sirait yang menyajikan bagaimana Etnografi Sebagai Ilham dalam Proses Penyusunan Produk Seni Pertunjukan. Adapun pemateri keempat adalah Frans Ari Prasetyo yang menyampaikan dua bahasan menarik mengenai Soundscape Ethnograpy dan Visual Ethnography. Pemateri berikutnya adalah Mody Afandi yang mempertajam pembahasan tentang Etnografi Suara dalam Proses Aksentuasi di Dunia Industri Kreatif. Kemudian paparan dalam kursus ini ditutup oleh materi yang berbicara panjang dan lebar mengenai Etika dalam Penggunaan Data Etnografi yang disampaikan oleh Inang Winarso.

Kursus ini telah mendorong semangat baru dalam pengembangan dan aplikasi etnografi di masa kini. Pengetahuan yang berkembang dari kursus ini akan terus dibangun dan disebarluaskan sebagai salah satu upaya strategis dalam pengembangan kapasitas antropolog dan proses branding etnografi ke publik yang lebih luas. Antusiasme peserta juga menjadi semangat yang besar bagi AAI Pengda Jabar untuk terus mengembangkan model-model kursus seperti ini di masa depan.