Event : One Billion Rising Bandung – Menari Untuk Melawan Kekerasan Pada Perempuan bersama Komunitas Samahita

Oleh One Billion Rising Bandung 2016

One Billion Rising Sebagai Gerakan Global Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan

 

Adanya ketimpangan kekuasaan dalam sistem sosial membuat perempuan berada di posisi subordinat. Ketimpangan kekuasaan mempunyai implikasi pada kondisi yang membuat perempuan menjadi lebih rentan untuk mendapatkan tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual.

 

Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan adalah sebuah krisis global. Hal ini terjadi di semua negara di seluruh dunia, menjadi epidemi yang menghancurkan masyarakat tanpa mengenal kalangan. Setiap tahunnya ribuan perempuan mengalami kekerasan baik secara fisik, psikis, verbal maupun seksual. WHO menyatakan bahwa satu dari tiga perempuan di dunia mengalami kekerasan dan pelecehan seksual setiap harinya, dengan mayoritas rentang usia perempuan korban, 25-40 tahun, pada ranah domestik. Ironisnya, dari 2.521 kasus kekerasan seksual di Indonesia, rentang usia mayoritas korban adalah usia 13 – 18 tahun.

 

Komnas Perempuan menyatakan, setiap hari di Indonesia ada 35 korban perempuan yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Ini artinya setiap dua jam sekali ada tiga perempuan yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Di Kota Bandung angka kekerasan dan pelecehan perempuan berada pada angka yang memprihatinkan. Menurut ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat, Bandung Raya menjadi wilayah dengan angka kekerasan dan pelecehan seksual tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Setiap perempuan rentan untuk menjadi korban, baik itu di ranah umum maupun domestik.

 

Begitu banyak kisah para perempuan yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Korban seringkali disalahkan, dikucilkan, diintimidasi atas apa yang telah terjadi padanya. Kekerasan dan pelecehan seksual telah menimbulkan trauma yang mendalam khususnya secara psikis. Kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual seolah-olah dipandang sebelah mata, sehingga membuat korban kembali menjadi korban untuk kedua kalinya (beban ganda). Stigma yang melekat pada perempuan korban pelecehan dan kekerasan seksual, bahwa mereka merupakan pihak yang bersalah dan mau saja menerima perlakuan seperti itu, membuat mereka enggan untuk bersuara. Kondisi ini membuat perempuan yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual sulit untuk mengakses layanan pertolongan yang mereka butuhkan.

 

Cara pandang masyarakat terkait kasus pelecehan dan kekerasan seksual menjadi latar belakang munculnya gerakan ini. Kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada perempuan bukan hanya masalah perempuan, tapi juga menjadi masalah seluruh masyarakat. Acara ini bertujuan untuk menularkan sikap solidaritas bagi para korban kekerasan dan pelecehan seksual, agar pada nantinya para korban kekerasan dan pelecehan seksual tidak merasa disisihkan dari ruang lingkup sosialnya. Hal lain yang juga sama pentingnya adalah meningkatkan kesadaran dalam masyarakat, bahwa pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan, merupakan masalah seluruh lapisan masyarakat.

 

One Billion Rising muncul sebagai suatu kampanye internasional yang menolak kekerasan dan pelecehan seksual pada perempuan. Kampanye ini diinisiasi oleh Eve Ensler di Amerika pada tahun 2012. Dalam kampanye One Billion Rising, menari digunakan sebagai simbol dukungan dalam melawan kekerasan dan pelecehan seksual. Hingga tahun 2015, gerakan ini sudah diadopsi oleh lebih dari 202 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bandung menjadi salah satu kota di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam kampanye One Billion Rising.

 

Pada tahun 2016, One Billion Rising mengusung tema Rise for Revolution. Topik yang diangkat oleh OBR Bandung adalah “Keterlibatan Laki-Laki dalam Gerakan Anti Kekerasan dan Pelecehan Seksual”. Topik ini dipilih karena masalah kekerasan dan pelecehan seksual dilihat hanya sebagai masalah perempuan dan korban hingga pada saat ini. Kenyataannya bahwa siapapun dapat menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual termasuk laki-laki. Maka dengan mengusung tema ini kami berharap permasalahan mengenai kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan bukanlah suatu masalah yang hanya dibebankan kepada perempuan saja. Keterlibatan laki-laki dalam gerakan anti kekerasan dan pelecahan terhadap perempuan tentu dapat membuat kesadaran mengenai pentingnya isu ini diseluruh lapisan masyarakat. Keterlibatan semua pihak, baik laki-laki maupun perempuan, merupakan suatu langkah yang baik agar perubahan yang diharapkan terjadi di masyarakat tidak hanya sekedar wacana.

 

Menari Sebagai Bentuk Perlawanan

 

Tahukah kamu mengapa One Billion Rising mengkampanyekan anti kekerasan/penindasan terhadap perempuan dengan MENARI?

 

Menari digunakan sebagai cara karena menari dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan, penuh dengan unsur kegembiraan, menular serta bebas dilakukan oleh siapapun dan dimanapun. Untuk menari, kamu diajak untuk menggerakkan semua anggota tubuhmu dengan bebas.

 

Perempuan yang mengalami kekerasan seringkali membenci tubuh mereka dan tidak lagi “bersahabat” dengan tubuh mereka. Menari dapat menjadi bagian dari proses mengembalikan kepercayaan diri, proses “memasuki” lagi dirinya sebagai dia dan “berteman” lagi dengan tubuhnya. Sehingga secara simbolik, menari itu sendiri adalah sebuah bentuk perlawanan.

 

Bagaimana menari dapat mengkampanyekan gerakan anti kekerasan dan pelecehan seksual? Menari merupakan simbol bentuk perlawanan dan perjuangan terhadap kekerasan. Menari juga merupakan simbol perayaan terhadap tubuh. Upaya ini menjadi simbol merebut kembali hak-hak yang direnggut, yang sejatinya adalah milik tubuh itu sendiri. Menari merupakan kegiatan yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Kegembiraan yang ditimbulkan saat menari dapat menular. Saat menari, seseorang bisa bebas berekspresi melalui setiap gerakan tarian yang ia miliki. Demikian menari bisa dilihat sebagai pembebasan, pembebasan atas segala kungkungan terhadap tubuh yang dikonstruksi oleh sistem yang ada di masyarakat. Menari juga, menjadi bentuk nyata dukungan dan solidaritas terhadap korban kekerasan dan pelecehan seksual. Menari menunjukan bahwa kami ‘ada’ untuk melawan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan.

 

Menari Bersama Tanggal 14 Februari 2016

obr nari

 

Pada tanggal 14 Februari, warga Bandung dari berbagai latar belakang akan bangkit dan menari untuk melawan kekerasan seksual dan memperjuangkan keadilan bagi perempuan dalam One Billion Rising : Rise for Revolution

 

Minggu, 14 Februari 2016
pkl.10.00 WIB
Taman Musik Centrum

Acaranya:

 

Penampilan dari

  • Mr. Sonjaya
  • Nadafiksi
  • Teman Sebangku
  • Sabuk Pengaman
  • Risa Gama Siregar
  • Fuad & Oscar
  • Adew Habtsa

 

Open Mic

 

Tarian One Billion Rising

Mari datang dan ramaikan. Siapapun boleh bergabung.

 

LISTEN! ACT! RISE!

 

Informasi :
Twitter : obr_bandung
Facebook: onebillionrisingbandung
CP : 0822-2118-8993

Menari Bersama One Bilion Rising Bandung Powered by Samahita

Khemal Andrias

Seorang freelance yang mencintai dunia Antropologi