Memperoleh sarjana dari Antropologi Unpad. Berminat dengan berbagai kajian tentang relasi kekuasaan dan ekonomi politik, terutama dalam korelasinya dengan isu pembangunan, sains, teknologi dan masyarakat.

Sejarah Singkat Perkembangan Gagasan Antropologi

Antropologi Awal : Tradisi awal penggambaran kehidupan kelompok masyarakat non-western dalam rangka memahami kehidupan orang-orang yang sering disebut sebagai kelompok masyarakat barbar‘, savage‘, uncivilized‘, dan sejenisnya; hingga pada upaya-upaya membangun pengertian baru atas konsepsi kebudayaan  dan bagaimana terbentuknya suatu kebudayaan, penyebaran dan interaksi antar kebudayaan. Tradisi awal ini melahirkan tiga teori dasar di Antropologi, yakni Evolusi Budaya, Teori Ras dan Difusi Budaya.

Antropologi Klasik: Tradisi antropologi warisan Franz Boas dan Bronislaw Malinowksi yang mendasarkan kajian tentang budaya dari komparasi data etnografis. Warisan penting dari Antropologi klasik : 1) Perspektif pluralisme dan relativitas kebudayaan, adanya struktur sosial yang berbeda-beda. 2) Pedoman pokok kerja etnografi seperti long-interviews, key-informants, dan participant-observation. 3)  Pendekatan partikularisme historis, psikologi, fungsionalisme, neo-evalusionisme, dan strukturalisme.

Antopologi Baru: Berkembang dalam tradisi cognitive anthropology dan ethnoscience yang menekankan analisa behavioralism dari data etnografis. Dalam tradisi ini berkembang dua pendekatan penting; 1) Metode taksonomi budaya berbasis multi-sites dan un-sited ethnography. 2) Pendekatan ekologi budaya dan ekonomi politik.

Antropologi Kritis: Berkembang dari interaksi yang intens dengan pendekatan evolutionary biology dan literary critism. Memiliki semangat  advocacy-ethnography, beyond classical-ethnography dan non-anthropological-ethnography. Melahirkan pendekatan-pendekatan kritis terkait : evolutionary ecology, cultural materialism, marxist anthropology, feminism, symbolic interpretative, postmodernist, dan pragmatic approach. Dari pendekatan-pendekatan kritis itu lahir berbagai praxis antropologi mulai dari ranah perubahan sosial terencana hingga ranah proses kreatif. Menurut Bachriadi (2018), dalam proses kreatif, pengetahuan etnografis diolah menjadi pengetahuan yang menggoda (seductive knowledge) dan siap pakai (instan) untuk berbagai tujuan.

Memikirkan masa depan manusia. sumber gambar

Antropologi di Era Antroposen: Pendekatan antropologi paling mutakhir yang menelaah relasi manusia dengan alam, serta konsekuensi-konsekuensi yang mengikutinya. Dalam pendekatan ini, relasi antara hal-hal fisik di alam dengan manusia dijembatani oleh aspek kultural berupa pengetahuan dan teknologi. Beberapa gagasan penting yang berkembang dalam pendekatan ini adalah: gagasan tentang posthuman (dikenal juga dengan transhuman dan inhuman) dan actor-network theory. Gagasan posthuman memikirkan bagaimana konsep kemanusiaan di masa depan, di tengah perubahan yang tidak pasti, tentang bagaimana proses evolusi manusia selanjutnya, apa yang menjadi inti dari nilai manusia, dan bagaimana membuatnya bertahan di masa depan. Gagasan ini menggali lebih dalam berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan manusia untuk berkembang, seperti misalnya untuk bijaksana sebagai bagian dari alam yang tidak merusak, atau menjadi suatu bentuk baru yang mungkin saja berupa setengah atau sepenuhnya robot. Di sisi lain, posthuman juga melihat bagaimana kemungkinan kecerdasan artifisial dan teknologi robotik mampu mencapai tahap yang memenuhi kategori dasar dari kemanusiaan. Dalam hal itu, kemudian pendekatan actor-network theory yang dikembangkan Bruno Lataour kemudian menjadi salah satu cara Antropologi untuk terus menerus mengkaji hubungan timbal balik antara manusia, teknologi dan alam dan perubahan-perubahan yang terjadi di antaranya.

 

Perkembangan Perspektif

Pespektif antropologi di awal kemunculannya merupakan pendekatan masyarakat Eropa dalam melihat masyarakat di luar eropa dan digunakan untuk kepentingan kolonialisme. Kemudian perubahan besar dalam paradigma pengetahuan yang menentang pendekatan positivis turut mempengaruhi lahirnya pendekatan antropologi yang kritis, yang kemudian digunakan oleh masyarakat yang menjadi korban kolonialisme untuk menentang penjajahan terjadi atas mereka. Lebih lanjut, pendekatan antropologi kritis menjadi salah satu sumber pengetahuan yang banyak digunakan dalam kepentingan praxis pergerakan sosial, pembangunan hingga proses-proses kreatif.

Antropologi di Dunia Antroposen. By anthropocene.info

Antropologi kemudian menjadi lebih berkembang karena interaksi dengan berbagai disiplin ilmu yang lain, terutama dalam mengkaji posisi manusia di alam yang berkaitan dengan bagamana manusia bertahan di masa depan yang tidak pasti. Pendekatan ini mendorong pemikiran tentang kemanusiaan yang lebih bijaksana dan kreatif dalam hubungannya dengan alam. Terutama tentang bagaimana manusia memposisikan teknologi sebagai cara mempertahankan kemanusiaan di masa depan.

 

Perkembangan Metode

Metode penelitian etnografi yang awalnya hanya didasarkan pada penilaian etik peneliti, kemudian berkembang menjadi lebih peduli pada emik pihak yang diteliti. Pengarus utamaan perspektif emik kemudian memiliki konsekuensi perlunya proses penelitian yang lama, terutama menyangkut proses sinkronisasi peneliti terhadap cara pandang emik pihak yang diteliti, serta proses pengumpulan data yang tidak punya batasan. Konsekuensi berikutnya adalah penggambaran apa adanya yang tanpa nilai membuat hasil penelitian lebih berupa cerita yang sulit ditangkap hasil pembelajaran darinya.

Kemudian dalam pendekatan kritis, penggunaan emik peneliti (berdasar teori tertentu) dalam memahami data dari perspektif emik membuat proses penelitian menjadi sedikit lebih cepat, karena ada batasan data apa yang perlu diambil dari lapangan. Disamping itu untuk membuat hasil penelitian lebih kuat dan bisa menarik semacam generalisasi, etnografi kemudian dilakukan di beberapa masyarakat agar bisa menghasilkan perbandingan dan menarik korelasinya.  Sehingga hasil penelitian etnografi bisa lebih mudah dipahami dan cukup kuat sebagai sumber pembelajaran bagi peneliti lain.

Keterlibatan antropologi lebih lanjut dalam advokasi bagi masyarakat, perencanaan perubahan, dan proses penyusunan kebijakan, mendorong lahirnya pendekatan penelitian yang lebih cepat, misalnya dengan lahirnya metode Need Asessment, Social Mapping, Rapid Rural Appraisal (RRA), Participatory Rural Appraisal (PRA), dan  Participatory  Action Research (PAR) yang memiliki akar dari metode penelitian etnografi.

Dalam proses kreatif dan dunia industri, metode etnografi kemudian berkembang sebagai metode untuk memahami perilaku dan kebutuhan pasar. Etnografi digunakan untuk membangun suatu produk yang menarik bagi masyarakat , membangun strategi pemasaran, dan pola-poa untuk memaintanance relasi  dengan konsumen. Dalam tahap ini, etnografi berkembang cukup pesat, terutama dalam kajian visual , simbolisme dan perilaku manusia.

Sumber Informasi dari Big Data. Sumber Gambar

Seiring berkembangnya dunia digital dan online, metode etnografi  kemudian juga berkembang untuk bisa mengkaji fenomena ini melalui metode etnografi digital dan metode etnografi virtual. Menariknya, dua pendekatan etnografi ini merubah prinsip lama etnografi yang harus tatap muka dengan pihak yang diteliti. Etnografi digital dan virtual  memungkinkan penggalian data hanya melalui  media internet, dengan menelusuri rekam jejak dan membangun komunikasi via internet dengan pihak diteliti.  Lebih jauh, kolaborasi  dengan para programer memungkinkan etnografi virtual memanfaatkan sumberdaya informasi dari “Big Data” yang sangat kaya untuk mempelajari pola-pola perilaku manusia, pola-pola budaya masyarakat dan perubahan-perubahannya yang terekam di internet. Analisa  informasi dari Big Data memungkinkan proses penelitian etnografi yang cepat, punya skala yang luas, dan relatif mudah dikontrol.

 

Referensi

Bachriadi, Dianto. 2018. Etnografi 4.02. Materi Presentasi dalam Kursus Etnografi 4.02 Asosiasi Antropologi Indonesia, Bandung 28 April 2018

Ember, Carol R., Melvin R. Ember, Peter N. Peregrine. 2011. Anthropology, 13th Edition. London : Pearson. Cited from https://www.pearsonhighered.com/assets/samplechapter/0/2/0/5/0205738826.pdf, May 8th, 2018.

Latour, Bruno. 2014. Anthropology at The Time of Anthropocene – a Personal View What is to Studied. Presented Material at American Anthropological Association Lecture, Washington on December 2014. Cited from http://www.bruno-latour.fr/sites/default/files/139-AAA-Washington.pdf, May 8th, 2018.